Senin, 25 Februari 2013

melangkah

Pola melangkah merupakan hal yang sering diabaikan di dalam seni dan latihan bela diri. Padahal ini penting dan menentukan kualitas kemampuan bela diri seseorang.

Saya sering melihat pelatih yang hanya mengajarkan satu pola melangkah saja. Pola garis lurus. Di mana semua serangan dan pembelaan dilakukan dengan melangkah maju atau mundur. Dengan pola ini, saya yakin bahwa siswa yang dilatih tidak akan banyak berkembang, karena sudah diformat dengan cara yang itu-itu saja.

Coba sekarang Anda bayangkan pola melangkah yang lebih fleksibel. Berdirilah di atas tanah berpasir. Gambarlah pola delapan penjuru mata angin, di mana satu garis panjangnya 1,5 meter. Berdirilah tepat di titik tengah. Mintalah seorang teman Anda menyerang Anda dengan serangan lurus dari arah Utara.

Hindarilah serangannya dengan cara melangkah ke satu arah mata angin. Anda bisa menghindar ke Timur Laut, Barat Laut, Barat, Timur, Tenggara, Barat Daya, atau Selatan. Mudah sekali, bukan? Anda akan merasakan lebih mudah dan wawasan Anda terbuka lebar. Anda juga akan merasakan lebih banyak teknik balasan dan pembelaan yang bisa dikembangkan dengan pola langkah ini.

Pola langkah delapan penjuru mata angin bukanlah satu-satunya pola langkah selain pola garis lurus. Ada pola segitiga, pola gergaji, pola segi empat, pola U, dan pola langkah lainnya yang bisa Anda kembangkan sendiri sesuai kreativitas Anda. Bela diri itu sebetulnya luwes dan tidak sulit.

bating dan dorong

Salah satu teknik bantingan yang populer di dalam ilmu bela diri adalah bantingan dorong. Bantingan ini diajarkan hampir oleh semua cabang bela diri.

Cara melaksanakannya sangat mudah. Sesudah menangkap/menangkis pukulan lawan, Anda maju dan melangkahkan satu kaki Anda tepat di belakang kaki lawan, mengganjalnya. Kemudian dengan tangan Anda, doronglah dada lawan. Lawan akan jatuh karenanya.

Saya sering melihat siswa bela diri kesulitan melakukan bantingan ini. Mereka mengeluarkan tenaga besar, padahal tidak perlu.

Cara supaya mengeluarkan tenaga kecil saja, ada pada teknik dorongannya. Kaki tetap tegar. Doronglah membuat arah lingkaran, bukan dorongan searah garis lurus. Dengan cara ini, tenaga yang dikeluarkan kecil saja dan lawan jatuh dengan mudah.

Cobalah Anda praktekkan. Anda akan merasakan lebih efektif dan lebih ringan dengan trik ini.

bating dan dorong

Salah satu teknik bantingan yang populer di dalam ilmu bela diri adalah bantingan dorong. Bantingan ini diajarkan hampir oleh semua cabang bela diri.

Cara melaksanakannya sangat mudah. Sesudah menangkap/menangkis pukulan lawan, Anda maju dan melangkahkan satu kaki Anda tepat di belakang kaki lawan, mengganjalnya. Kemudian dengan tangan Anda, doronglah dada lawan. Lawan akan jatuh karenanya.

Saya sering melihat siswa bela diri kesulitan melakukan bantingan ini. Mereka mengeluarkan tenaga besar, padahal tidak perlu.

Cara supaya mengeluarkan tenaga kecil saja, ada pada teknik dorongannya. Kaki tetap tegar. Doronglah membuat arah lingkaran, bukan dorongan searah garis lurus. Dengan cara ini, tenaga yang dikeluarkan kecil saja dan lawan jatuh dengan mudah.

Cobalah Anda praktekkan. Anda akan merasakan lebih efektif dan lebih ringan dengan trik ini.

falsafah

Semua hal di dunia ini memiliki falsafah. Falsafah ialah makna terdalam yang meliputi sesuatu hal. Misalnya falsafah olahraga yang tersirat di dalam semboyan "Men sano in corpore sano" (Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula). Diharapkan penggemar olahraga tidak hanya sehat badannya, tapi juga sehat jiwanya. Sehat jiwa di sini maksudnya sportif, jujur, tidak curang, dan mau mengakui keunggulan lawan.

Demikian pula seni bela diri. Bela diri memiliki falsafah. Misalnya Kempo dengan falsafahnya,"Kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan, kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman".

Menurut pendapat saya, ada 3 klasifikasi falsafah bela diri. Di bawah ini adalah uraiannya.

1. Falsafah Bertahan
Mengingat sejarah bela diri yang kental dengan suasana dan ajaran agama Budha, sebagian besar bela diri memiliki falsafah bertahan. Tidak menyerang lebih dahulu, dan hanya menggunakan jurus untuk membela diri. Tidak menggunakan bela diri untuk pamer atau unjuk kehebatan. Contoh bela diri aliran ini antara lain Aikido, Pencak Silat, dan Shaolin Kung Fu.

2. Falsafah Menyerang
Dalam perkembangannya, ahli bela diri mengembangkan tidak hanya teknik bertahan, tapi juga teknik menyerang. Menyerang memiliki keuntungan di mana kita bisa melumpuhkan lawan tanpa mesti menunggu serangannya. Di dalam beberapa kasus seperti melawan musuh berbadan besar atau perkelahian keroyokan, menyerang memberikan keunggulan mendahului melumpuhkan lawan sebelum keadaan berkembang menguntungkan lawan. Contoh bela diri yang menganut falsafah menyerang adalah Karate dan Tae Kwon Do.

dak jelas

Di setiap cabang olahraga, kita selalu melihat bintang atau juara. Misalnya di cabang tenis kita mengenal Bjon Borg, Martina Navratilova, Pit Sampras, dan lain-lain. Di cabang sepakbola ada Ronaldo dari Brazil dan Diego Maradona dari Argentina.

Kalau kita perhatikan, bintang-bintang tersebut sudah mumpuni tekniknya. Secara umum, mereka menguasai seluruh teknik yang diperlukan. Namun tidak hanya itu, mereka juga punya andalan masing-masing.

Misalnya Bjon Borg terkenal dengan pukulan forehand-nya, Pit Sampras terkenal dengan pukulan service-nya. Diego Maradona terkenal dengan keahliannya menembus lini belakang dengan cepat.

Hal yang sama berlaku juga di cabang olahraga bela diri. Bila Anda ingin lebih dari praktisi lainnya, selain mesti menguasai teknik keseluruhan, Anda juga mesti memiliki jurus andalan. Kalau perlu, jurus andalannya tidak hanya satu atau dua. Walaupun mesti diingat bahwa berbeda antara jurus andalan di dalam pertandingan dengan jurus andalan di dalam perkelahian. Jurus andalan di dalam pertandingan dibatasi oleh aturan pertandingan dan tidak ditujukan untuk menyakiti lawan.

Di dalam pertarungan sesungguhnya juga sangat diperlukan jurus andalan. Dengan ini, Anda bisa langsung melumpuhkan lawan tanpa banyak membuang napas dan tenaga. Membuat Anda menang dengan cepat dan mengalahkan lawan sebelum ia sempat mengembangkan dirinya.

Jadi Praktisi Bela Diri, punyailah jurus andalan masing-masing. Jurus andalan penting tidak hanya untuk keperluan olahraga atau pertandingan saja, tapi juga untuk keperluan bela diri. Jurus atau teknik andalan membedakan kita dengan orang lain, menunjukkan kelebihan kita di bidang olahraga, wibawa dan menyelamatkan kita di dalam pertarungan sesungguhnya. Oleh karena itu, punyailah jurus andalan Anda.

satu jurus

Mengalahkan lawan dalam satu jurus adalah ciri-ciri seorang praktisi bela diri yang ahli. Dengan ini, napas dan tenaga tidak dihamburkan percuma. Gerakan tidak sia-sia, waktu tidak terbuang. Dan lawan tidak sempat mengembangkan dirinya walaupun tingkatannya di atas kita.

Hal ini terutama dianjurkan di dalam pembelaan diri. Apakah pertarungan satu lawan satu, keroyokan, melawan musuh bersenjata, sangat baik melumpuhkan lawan hanya dengan satu jurus. Kita tidak perlu berlama-lama bertarung. Apalagi bila situasinya situasi antara hidup dan mati.

Bagaimana caranya? Milikilah jurus andalan dan terlatih. Sebaiknya jurus andalan itu banyak, paling tidak ada beberapa buah. Jadi Anda lebih mudah menghadapi lawan dengan beberapa variasi situasi pertarungan.

Di dalam pertandingan juga baik mengalahkan lawan hanya dengan satu jurus. Namun ada perbedaannya di sini. Pertama, jurus andalan yang kita latih memang untuk keperluan olahraga, tidak untuk menyakiti lawan. Kedua, kita mesti memiliki jurus yang kaya dan berbeda-beda. Jangan mengulang jurus yang sama dua kali. Karena jurus yang itu bila digunakan dua kali, sudah bisa ditebak dan diantisipasi lawan.

Jadi praktisi bela diri, kalahkanlah lawan hanya dengan satu jurus saja. Praktis, tidak membuang waktu dan tenaga, efisien, dan menyebabkan kita menang mudah. Dan yang paling penting, menyelamatkan kita di dalam pertarungan sesungguhnya.

melucuti senjata lawan

Pertarungan tidak selalu imbang. Kadang-kadang kita melawan musuh lebih dari satu. Kadang-kadang kita melawan musuh bersenjata. Video di atas menerangkan salah satu cara melucuti lawan bersenjata, dalam hal ini senjata pisau.

Biasanya orang memegang pisau dengan tangan kanan. Dan salah satu serangan yang paling umum digunakan adalah tusukan. Hindarilah tusukan lawan dengan menyamping ke sisi kanan lawan, sambil menangkap pergelangan tangan lawan dengan tangan kiri. Begitu tertangkap, pegang yang erat dan dengan tangan kanan Anda pukullah punggung tangan lawan sekeras-kerasnya. Pisau lawan akan jatuh. Bila tidak jatuh dalam sekali pukul, Anda bisa menyusulkan pukulan ke-2, ke-3, dan seterusnya sampai pisau lawan jatuh. Setelah pisau lawan jatuh, Anda bisa melanjutkan dengan teknik yang menentukan. Terserah Anda. Atau Anda bisa meniru teknik lanjutan seperti yang dicontohkan video di atas.

Teknik ini mudah, bahkan boleh dibilang sangat mudah. Namun bukan berarti tidak bermutu. Karena kesederhanaan bukanlah tanda rendahnya mutu. Kalau Anda pernah terlibat di dalam pertarungan sebenarnya, Anda pasti paham bahwa teknik terbaik ialah teknik yang menyelamatkan nyawa Anda, bukan teknik yang rumit-rumit.

Demikianlah sebuah teknik melucuti senjata tajam atau tumpul. Mudah-mudahan ada gunanya bagi para pecinta bela diri.